Anatomi Pernafasan
undefined
undefined
MAKALAH
ANATOMI DASAR SISTEM PERNAFASAN
![]() |
Oleh Kelompok:
Moch.Syaiful Bahri
SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN HANG TUAH SURABAYA
PRODI S1 KEPERAWATAN/ TINGKAT I/ KELAS I A
TAHUN AKADEMIK 2009/2010
ANATOMI DASAR SISTEM PERNAFASAN
Sistem pernafasan pada dasarnya dibentuk oleh jalan atau saluran nafas dan paru-paru beserta pembungkusnya (pleura) dan rongga dada yang melindunginya. Di dalam rongga dada terdapat juga jantung di dalamnya. Rongga dada dipisahkan dengan rongga perut oleh diafragma.


Saluran nafas yang dilalui udara adalah hidung, faring, laring, trakea, bronkus, bronkiolus dan alveoli. Di dalamnya terdapat suatu sistem yang sedemikian rupa dapat menghangatkan udara sebelum sampai ke alveoli. Terdapat juga suatu sistem pertahanan yang memungkinkan kotoran atau benda asing yang masuk dapat dikeluarkan baik melalui batuk ataupun bersin.
Pernafasan adalah proses ganda, yaitu menghirup udara dari luar yang mengandung oksigen kedalam tubuh, serta menghembuskan udara yang banyak mengandung karbondioksida sebagai sisa dari oksidasi keluar dari tubuh. Penghisapan ini disebut inspirasi dan penghembusan disebut ekspirasi. Fungsi pernafasan adalah mengambil oksigen yang kemudian dibawa oleh darah keseluruh tubuh untuk proses metabolisme, dan mengeluarkan karbondioksida sebagai sisa dari metabolisme. Dalam proses pertukaran gas antara oksigen dan karbondioksida terjadi bila ada perbedaan tekanan. Proses ini disebut dengan difusi. Oksigen berdifusi dari alveoli kedalam darah kapiler paru karena tekanan oksigen (Po2) dalam alveoli lebih besar dari pada Po2 dalam darah paru. Kemudian dalam jaringan, Po2 yang sangat tinggi dalam darah kapiler menyebabkan oksigen berdifusi kedalam sel.
Sebaliknya , bila oksigen dimetabolisme dalam sel untuk membentuk karbondioksida, tekanan karbondioksida (Pco2) meningkat, sehingga karbondioksida berdifusi kedalam kapiler jaringan. Demikian juga, karbondioksida berdifusi keluar dari darah masuk kedalam alveoli karena Pco2 dalam darah kapiler paru lebih besar dari pada dalam alveoli.
Sebaliknya , bila oksigen dimetabolisme dalam sel untuk membentuk karbondioksida, tekanan karbondioksida (Pco2) meningkat, sehingga karbondioksida berdifusi kedalam kapiler jaringan. Demikian juga, karbondioksida berdifusi keluar dari darah masuk kedalam alveoli karena Pco2 dalam darah kapiler paru lebih besar dari pada dalam alveoli.
PEMBAGIAN SISTEM PERNAFASAN
Sistem pernafasan dibagi menjadi dua bagian yaitu saluran penafasan bagian atas, yang terdiri dari hidung, faring, dan laring, saluran pernafasan bagian bawah yaitu terdiri dari trakea, bronkus dan paru paru.


ORGAN-ORGAN SISITEM PERNAFASAN
Hidung
Hidung merupakan organ tubuh yang berfungsi sebagai alat pernafasan dan indera penciuman. Bentuk dan struktur hidung menyerupai pyramid atau kerucut dengan alasnya pada prosesus palatinus os maksilaris dan pars horizontal os palatum. Dalam keadaan normal udara yang masuk dalam sistem pernafasan berhubungan dengan rongga hidung. Vestibulum rongga hidung yang berisi serabut-serabut halus epitel berfungsi untuk mencegah masuknya benda-benda asing yang mengganggu proses pernafasan.

Rangka hidung bagian atas dibentuk oleh bagian-bagian berikut :
a. Lamina kribrosa osis etmoidalis dan pars nasalis ossis frontalis.
b. Dinding lateral oleh tulang keras dan tulang rawan.
c. Sekat hidung (septum nasi) oleh tulang karang dan tulang rawan.
Sekeliling dinding sebelah dalam di tulang-tulang kepala terdapat ruang-ruang udara yang disebut sinus paranasalis yang terdiri atas sinus-sinus berikut ini :
a. Sinus spenoidalis: terletak dibelakang kranial hidung dalam korpus spenoidalis bermuara ke rongga hidung bagian belakang.
b. Sinus etmoidalis: terdapat dalam pars labirintus ossis etmoidalis.
c. Sinus frontalis: terletak dalam infundibulum meatus nasi media.
d.
Sinus maksilaris: terdapat pada dinding lateral hidung korpus maksilaris bermuara di hiatus maksilaris ke rongga hidung hiatus semilunaris media.

Fungsi Hidung
a. Menghangatkan udara oleh permukaan konka dan septum nasalis, setelah melewati faring suhu udara ±36°C.
b. Sejumlah udara dilembabkan sebelum melewati hidung dan saat mencapai faring kelembaban udara menjadi ±75%.
c. Udara disaring lebih banyak oleh bulu-bulu hidung dan partikel diatas rongga hidung disaring oleh rambut vestibular, lapisan mukosiliar, dan lisozim (protein dalam air mata).
d. Pada pernafasan biasa, udara yang masuk melalui celah olfaktori sebesar 5-10%, sedangkan ketika menghirup udara pernafasan yang masuk sebesar 20%.
Faring
Pipa muskuler di belakang rongga hidung, mulut dan di depan vertebra servikalis. Terdiri dari nasofaring, orofaring, dan laringo faring.

1. Nasofaring
Bagian faring yang terdapat di dorsal kavum nasi dan berhubungan dengan kavum nasi melalui konka dinding lateral yang dibentuk oleh M. Tensor palatini, M. Levator vili palatini membentuk palatum mole, M. Konstruktor faringis superior
Paru adalah struktur elastik yang dibungkus dalam sangkar toraks, yang merupakan suatu bilik udara kuat dengan dinding yang dapat menahan tekanan. Ventilasi membutuhkan gerakan dinding sangkar toraks dan dasarnya, yaitu digfragma. Efek dari gerakan ini adalah secara bergantian meningkatkan dan menurunkan kapasitas dada. Ketika dalam kapasitas dada meningkat, udara masuk melalui trakea (inspirasi), karena penurunan tekanan di dalam, dan mengembangkan paru. Ketika dinding dada dan diafragma kembali ke ukuran semula (ekspirasi), paru – paru yang elastis tersebut mengempis, dan mendorong udara keluar melalui bronkus dan trakea.
Paru-paru dibungkus oleh pleura. Pleura ada yang menempel langsung ke paru, disebut sebagai pleura visceral. Sedangkan pleura parietal menempel pada dinding rongga dada dalam. Diantara pleura visceral dan pleura parietal terdapat cairan pleura yang berfungsi sebagai pelumas sehingga memungkinkan pergerakan dan pengembangan paru secara bebas tanpa ada gesekan dengan dinding dada.



Pleura merupakan bagian terluar dari paru – paru di kelilingi oleh membran halus, licin yang juga meluas untuk membungkus dinding anterior toraks dan permukaan superior difragma. Pleura parietalis melapisi toraks, dan pleura viseralis melapisi paru – paru. Antara kedua pleura ini terdapat ruang, yang disebut spasium pleura, yang mengandung sejumlah kecil cairan yang jumlahnya antara 10 – 15 ml yang melicinkan permukaan dan memungkinkan keduanya bergeser dengan bebas selama ventilasi.
Rongga dada diperkuat oleh tulang-tulang yang membentuk rangka dada. Rangka dada ini terdiri dari costae (iga-iga), sternum (tulang dada) tempat sebagian iga-iga menempel di depan, dan vertebra torakal (tulang belakang) tempat menempelnya iga-iga di bagian belakang. Terdapat otot-otot yang menempel pada rangka dada yang berfungsi penting sebagai otot pernafasan. Otot-otot yang berfungsi dalam bernafas adalah sebagai berikut :
1. interkostalis eksterrnus (antar iga luar) yang mengangkat masing-masing iga.
2. sternokleidomastoid yang mengangkat sternum (tulang dada).
3. skalenus yang mengangkat 2 iga teratas.
4. interkostalis internus (antar iga dalam) yang menurunkan iga-iga.
5. otot perut yang menarik iga ke bawah sekaligus membuat isi perut mendorong diafragma ke atas.
6. otot dalam diafragma yang dapat menurunkan diafragma.
1. interkostalis eksterrnus (antar iga luar) yang mengangkat masing-masing iga.
2. sternokleidomastoid yang mengangkat sternum (tulang dada).
3. skalenus yang mengangkat 2 iga teratas.
4. interkostalis internus (antar iga dalam) yang menurunkan iga-iga.
5. otot perut yang menarik iga ke bawah sekaligus membuat isi perut mendorong diafragma ke atas.
6. otot dalam diafragma yang dapat menurunkan diafragma.


Ada dua macam mekanisme pernapasan manusia, yaitu pernapasan dada dan pernapasan perut. Pernapasan dada adalah pernapasan yang melibatkan aktivitas otot-otot antar tulang rusuk. Sedangkan pernapasan perut adalah pernapasan yang melibatkan aktivitas otot-otot diafragma.

SALURAN NAFAS BAWAH

Pernapasan dada
Pernapasan dada terjadi akibat aktivitas otot-otot antar tulang rusuk. Ketika otot-otot antar tulang rusuk berkontraksi, tulang rusuk terangkat menyebabkan rongga dada membesar. Membesarnya rongga dada menyebabkan tekanan udara dalam paru-paru menurun, akibatnya udara dari lingkungan masuk ke dalam paru-paru melewati hidung.
Ketika otot-otot antar tulang rusuk berelaksasi, tulang rusuk kembali pada posisi semula menyebabkan mengecilnya rongga dada. Tekanan udara dalam paru-paru meningkat kembali mengakibatkan keluarnya udara dari paru-paru ke lingkungan.Pernapasan perut
Pernapasan perut terjadi akibat aktivitas otot-otot diafragma. Diafragma adalah sekat antara rongga dada dan rongga perut. Ketika otot diafragma berkontraksi, diafragma akan mendatar. Mendatarnya diafragma menyebabkan membesarnya rongga dada, sebagai akibatnya tekanan udara dalam paru-paru menurun. Udara dari lingkungan masuk dari lingkungan ke dalam paru-paru melewati hidung.
Ketika otot diafragma berelaksasi, diafragma kembali pada posisi semulanya yaitu melengkung ke atas. Kembalinya diafragma pada posisi semulanya menyebabkan rongga dada mengecil. Tekanan udara dalam paru-paru meningkat kembali mengakibatkan udara dalam paru-paru keluar ke lingkungan.



Bagian terakhir dari perjalanan udara adalah di alveoli. Di sini terjadi pertukaran oksigen dan karbondioksida dari pembuluh darah kapiler dengan udara. Terdapat sekitar 300 juta alveoli di kedua paru dengan diameter masing-masing rata-rata 0,2 milimeter.

PROSES DIFUSI





KESIMPULAN
Pengertian pernafasan atau respirasi adalah suatu proses mulai dari pengambilan oksigen, pengeluaran karbohidrat hingga penggunaan energi di dalam tubuh. Menusia dalam bernapas menghirup oksigen dalam udara bebas dan membuang karbondioksida ke lingkungan.
Respirasi dapat dibedakan atas dua jenis, yaitu :1. Respirasi Luar yang merupakan pertukaran antara O2 dan CO2 antara darah dan udara.
2. Respirasi Dalam yang merupakan pertukaran O2 dan CO2 dari aliran darah ke sel-sel tubuh.
Dalam mengambil nafas ke dalam tubuh dan membuang napas ke udara dilakukan dengan dua cara pernapasan, yaitu :
1. Respirasi / Pernapasan Dada
- Otot antar tulang rusuk luar berkontraksi atau mengerut
- Tulang rusuk terangkat ke atas
- Rongga dada membesar yang mengakibatkan tekanan udara dalam dada kecil sehingga udara masuk ke dalam badan.
2. Respirasi / Pernapasan Perut
- Otot difragma pada perut mengalami kontraksi
- Diafragma datar
- Volume rongga dada menjadi besar yang mengakibatkan tekanan udara pada dada mengecil sehingga udara pasuk ke paru-paru.
Normalnya manusia butuh kurang lebih 300 liter oksigen perhari. Dalam keadaan tubuh bekerja berat maka oksigen atau O2 yang diperlukan pun menjadi berlipat-lipat kali dan bisa sampai 10 hingga 15 kalilipat. Ketika oksigen tembus selaput alveolus, hemoglobin akan mengikat oksigen yang banyaknya akan disesuaikan dengan besar kecil tekanan udara.
Pada pembuluh darah arteri, tekanan oksigen dapat mencapat 100 mmHg dengan 19 cc oksigen. Sedangkan pada pembuluh darah vena tekanannya hanya 40 milimeter air raksa dengan 12 cc oksigen. Oksigen yang kita hasilkan dalam tubuh kurang lebih sebanyak 200 cc di mana setiap liter darah mampu melarutkan 4,3 cc karbondioksida / CO2. CO2 yang dihasilkan akan keluar dari jaringan menuju paruparu dengan bantuan darah.
Proses Kimiawi Respirasi Pada Tubuh Manusia :1. Pembuangan CO2 dari paru-paru : H + HCO3 ---> H2CO3 ---> H2 + CO2
2. Pengikatan oksigen oleh hemoglobin : Hb + O2 ---> HbO2
3. Pemisahan oksigen dari hemoglobin ke cairan sel : HbO2 ---> Hb + O2
4. Pengangkutan karbondioksida di dalam tubuh : CO2 + H2O ---> H2 + CO2
1 komentar:
terimaksih
Posting Komentar